Search

Hanya Komentar !!!

Hello brother and sister cung siapa yang suka nonton TV. Apa kalian sadar sekarang sinetron di Indonesia isinya itu-itu aja….. kayaknya gak ada tema yang lain. kenapa ya gak ada ide untuk menampilkan tema pendidikan atau semacamnya di TV??? eits inget ini hanya komentar ya,,,,,

Cerita Inspirasi Diri Sendiri

Indonesia memang Negara yang memiliki budaya yang beraneka ragam. Beraneka profesi, beraneka sifat, dan aneka – aneka yang lainnya. Masuk IPB adalah kebanggaan bagi saya, meski saya bukan merupakan anak pejabat yang bisa seenaknya masuk universitas mana saja tapi saya bisa membuktikan pada orang – orang kalau orang miskin juga boleh sekolah, dan pendidikan bukan hanya untuk orang yang beruang. Banyak orang bilang kalau pendidikan di Indonesia bagaikan masa penjajahan, di mana orang yang sekolah hanyalah orang yang berduit saja. Memang lucu opini seperti itu, menggelikan sekali.

Saya lahir dari keluarga sederhana yang tidak menyangka kalau saya bisa kuliah. Ayah saya adalah seorang guru, sebuah profesi yang sangat membanggakan, karena tanpa guru takkan pernah ada yang namanya presiden, professor, insyinyur. Tidak akan ada semua profesi itu kalau tidak ada guru. Tanpa kita sadari guru adalah pencetak penerus bangsa.

Kita harus yakin dalam menjalani hidup ini, orang sesederhana apapun kalau ia mempunyai kemauan maka dia akan mendapatkan apa yang dia mau. Jangan pernah kita takut karena ketakutan akan menjauhkan kita dari kesuksesan.

Kemiskinan bukanlah penghalang bagi seseorang untuk meraih kesuksesan. Asalkan kita mau untuk meraih kesuksesan maka kita bisa. Kita harus berjuang untuk memperbaiki keadaan. Jangan pernah putus asa dalam kehidupan, namun tetap, hanya Allah yang menentukan semuanya, maka dari itu kita tetap berusaha namun serahkan semuanya pada Allah SWT.

Cerita Inspirasi Dari Kerabat

Ini adalah cerita yang diangkat dari pengalaman seseorang yang baru saya kenal namun ia mau berterus terang untuk menceritakan kisah hidupnya. Sebut saja ia Doni. Ia adalah seorang pegawai perusahaan pertambangan di Timika. Dahulu dia adalah seorang anak pensiunan perusahaan swasta. Awalnya ayahnya mampu untuk menyekolahkannya sampai bangku kuliah, namun di tengah perjalanan ia mendapatkan kesulitan ekonomi yang memaksanya untuk berhenti kuliah, namun ia tidak mau berhenti kuliah. Ia menjadi seorang sopir angkot di Bogor untuk mendapatkan biaya hidup dan dapat melanjutkan kuliahnya.

Mungkin awalnya dia sangat berat untuk melaksanakan hal itu, namun dia percaya kalau dia berusaha maka dia akan mendapatkan apa yang dia mau. Ia terus berusaha agar ia bisa menamatkan kuliahnya. Karena mendapakan penderitaan yang terus menerus dia menjadi sangat kurus dan terlihat seperti mayat hidup yang tak bernyawa. Namun akhirnya ia dapat menamatkan kuliahnya, sekarang hidupnya sangat sejahtera, ia mampu untuk membiayai kuliah adik-adiknya, bahkan ia rela untuk menunda menikah karena ia ingin membiayai kuliah adik – adiknya. Asalkan kita berusaha dan kita mau Insya Allah akan ada jalan untuk meraihnya.

My Institute